MEDIA ELEKTRONIK BIMBINGAN KONSELING
A. Media Elektronik Dalam Pendidikan, Pribadi-sosial, dan Karir
Pengertian media dalam bimbingan konseling sebagai hal yang digunakan menjadi perantara atau pengantar ketika guru BK (konselor) melaksanakan program BK, misalnya konselor ketika melaksanakan konseling individu memerlukan ruang konseling, media konseling yang bisa berupa media elektronik maupun non elektronik. Bimbingan dan konseling sebagai suatu proses pemberian bantuan kepada individu (siswa), dilaksanakan melalui berbagai macam layanan. Layanan tersebut saat ini, pada saat jaman semakin berkembang, tidak hanya dapat dilakukan dengan tatap muka secara langsung, tapi juga bisa dengan memanfaatkan media atau teknologi informasi yang ada.
Layanan bimbingan dan konseling menjadi sangat penting karena langsung berhubungan langsung dengan siswa. Hubungan ini tentunya akan semakin berkembang pada hubungan siswa dengan siswa lain, guru dan karyawan, orang tua/keluarga, dan teman-teman lain di rumah. Selanjutnya bagaimana pengaruhnya dengan pembelajarannya di sekolah, sosialisasi dengan teman, saudara baik di sekolah dan di rumah. Dan tentu saja dengan prestasinya di bidang akademik dan non akademik.
B. Peran media elektronik dalam bimbingan dan konseling
Dukungan layanan ini dapat diperoleh dari tersedianya data yang akurat yang sepertinya untuk saat ini sangat tepat apabila data tersebut didapatkan dari sistem komputasi. Agar bisa bertahan dan diterima oleh masyarakat, maka bimbingan dan konseling harus dapat disajikan dalam bentuk yang efisien dan efektif yatiu dengan menggunakan ICT (Information and Communications Technology) atau dengan kata lain harus melibatkan teknologi informasi, khususnya teknologi informasi dalam bimbingan dan konseling. Penggunaan ICT dalam konseling mengarah pada pengembangan media konseling. Selain dapat dilakukan melalui tatap muka, konseling dapat dilakukan secara jarak jauh. Beberapa diantaranya sebagai berikut;
1. Konseling melalui telepon
2. Konseling berbantuan komputer
3. Konseling melalui internet
bimbingan dan konseling dalam melakukan proses pelayanannya menggunakan berbagai pelayanan dengan berbagai pertimbangan melihat dari sudut kebutuhan konseli. Mengikuti perkembangan zaman maka dalam melakukan pelayanan atau proses konseling bimbingan dan konseling pun menggunakan sistem teknologi informasi dalam melakukan proses konseling, agar mempermudah komunikasi. Tujuan bimbingan dan konseling menggunakan teknologi informasi kedalam melakukan pelayanannya, yaitu; Easy to use (mudah digunakan), Easy to manage (mudah di atur), Simple (tidak rumit), Dynamic (dinamis).
C. Bentuk Media Elektronik Dalam Bimbingan dan Konseling
Adapun bentuk-bentuk media elektronik yang dapat di jadikan media dalam bimbingan dan konseling, yaitu;
1. Surat magnetik (disket ke disket)
Meskipun pelayanan konseling dengan menggunakan fasilitas ini sudah dianggap sebagai fasilitas komunikasi “ tradisional”, tetapi fasilitas ini adalah awal mula terciptanya gagasan penggunaan teknologi informasi dalam bimbingan dan konseling. Dalam penggunaan fasilitas ini, konseli dan konselor saling berkomunikasi dengan berkirim surat atau berkomunikasi melalui buku catatan yang bertujuan untuk membantu anak agar lebih dapat mengekspresikan diri melalui tulisan (bagian dari konseling biblio), meskipun fasilitas ini pada zamannya tidak begitu populer, namun sering dilakukan oleh beberapa guru pembimbing atau konselor.
2. Komputer
Proses konseling menggunakan bantuan komputer atau Computer Assisted Counseling (CAC) merupakan konseling mandiri, juga disebut konseling komputer pasif atau biasa juga disebut dengan standalone.
3. Telepon
Kemudahan pengaksesan dalam pemberian layanan bimbingan dan konseling mengikuti tatanan kehidupan masyarakat global diharapkan mampu untuk memenuhi kebutuhan para konseli yang menuntut pemberian layanan bimbingan dan konseling yang cepat, luas, dan mudah diakses oleh konseli. Konseling melalui telepon biasanya disebut konseling telepon.
4. Radio dan Televisi
Konseling melalui radio atau televisi, masih merupakan bentuk lain dari konseling telepon. Pada konseling radio, percakapan antara konselor dan konseli dipancarkan. Pelayanan ini umumnya bersifat informatif, jarang hubungan klien dan konselor mencapai taraf yang mendalam dan intensif. Konseling melalui radio dan televisi memungkinkan permasalahan konseli diketahui oleh umum, oleh karena itu kerahasiaan identitas konseli harus benar-benar menjadi perhatian. Permasalahan waktu dan bagaimana masalah klien akan membatasi keleluasaan dan efektivitas konseling.
5. Rekaman audio
Media audio adalah media untuk menyampaikan pesan yang akan disampaikan dalam bentuk lambang-lambang auditif, baik verbal (ke dalam kata-kata atau bahasa lisan) maupun non verbal. Media audio untuk pembelajaran adalah bahan yang mengandung pesan dalam bentuk auditif (pita suara atau piringan suara), yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan siswa sehingga terjadi proses belajar-mengajar.
6. Rekaman video
Azhar Arsyad (2011:49) menyatakan bahwa rekaman video merupakan gambar-gambar dalam frame, di mana frame demi frame diproyeksikan melalui lensa proyektor secara mekanis sehingga pada layar terlihat gambar hidup. Video merupakan salah satu jenis media audio-visual yang dapat menggambarkan suatu objek yang bergerak bersama-sama dengan suara alamiah atau suara yang sesuai. Kemampuan video melukiskan gambar hidup dan suara memberikan daya tarik tersendiri. Video dapat menyajikan informasi, memaparkan proses, menjelaskan konsep-konsep yang rumit, mengajarkan keterampilan, menyingkat atau memperpanjang waktu, dan mempengaruhi sikap. Dalam layanan bimbingan dan konseling, media rekaman video biasa digunakan untuk kegiatan psikodrama, sosiodrama, simulasi bimbingan pribadi-sosial, belajar dan karier.
7. Film
Menurut Marcel Danesi (2010:134) film adalah teks yang memuat serangkaian citra fotografi yang mengakibatkan adanya ilusi gerak dan tindakan dalam kehidupan nyata. Setiap film bersifat menarik dan menghibur, serta membuat paraaudiens berpikir. Setiap hasil karya yang ada bersifat unik dan menarik sehingga ada banyak cara yang dapat digunakan dalam suatu film dokumenter untuk menyampaikan ide-ide tentang dunia nyata.
8. Media sosial berbasis IT
Perkembangan teknologi dan informasi telah berdampak luas dalam berbagai bidang kehidupan termasuk dalam bidang bimbingan dan konseling. Dalam bidang tersebut Teknologi dan informasi membantu dalam proses konseling dengan menggunakan pelayanan berbasis teknologi dan informasi. Dalam Standar Kompetensi Konselor Indonesia telah mengamanatkan kepada para konselor untuk menguasai teknologi informasi untuk kepentingan pemberian layanan Bimbingan dan Konseling di sekolah. Identifikasi layanan Bimbingan dan Konseling yang dapat dilakukan dengan teknologi informasi. TI yang berhubungan dengan internet melalui jejaring sosial yang dapat digunkan dalam BK antara lain, yaitu: email, myspace, Facebook, Twitter, blog, skype.
Kesimpulan
Dalam dunia bimbingan dan konseling, media mempunyai peranan penting demi keberlangsungan proses interaksi antara guru BK dan peserta didiknya. Banyak sekali macam media yang kita ketahui, namun media melalui konsep teknologi informasi (TI) merupakan konsep model terbaru dari media yang sedang gencar-gencarnya merasuk dalam dunia masyarakiat pada umumnya. Dan dunia pendidikan pada khususnya, maka tidak salah apabila media TI ini dipergunakan pula oleh para guru BK sebagai wadah diskusi, himbauan serta proses konseling. Dan mendukung kemudahan antara guru BK dan peserta didiknya.
Daftar Pustaka
Arsyad, Azhar. 2011. Media Pembelajaran. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Badru Zaman, dkk. 2005. Media dan Sumber Belajar TK. Buku Materi Pokok PGTK 2004. Modul 1-9. Jakarta: Universiats Terbuka.
Hari Binuko. 2010. Pengembangan CD Interaktif Bimbingan Belajar Pada Siswa Kelas VII di SMP N 5 Sleman. Skripsi tidak diterbitkan. FIP UNY.
Mayer, R. E, 2009. Multimedia Learning: Prinsip-prinsip dan Aplikasi. Yogyakarta: Pustaka. Pelajar.
Nursalim Mochamad. 2013. Pengembangan Media Bimbingan dan Konseling. Jakarta: Rajawali Pers.
Pratista, Himawan. 2008. Memahami Film. Yogyakarta: Homerian Pustaka.
Kelompok 1
Nama anggota
- Ghaitsa Febiyanti Santoso
- Shinta Crystalika
- Tria Rahma Agustiningrum
- Siti Chusnul Chotimah Saadah
- Ahmad Maulana Samsudin



